Senin, 06 Januari 2014

Mujahadah Cinta



Mujahadah Cinta
Suatu ketika Ummul Mukminin Aisyah ra menceritakan bahwa Rasulullah SAW mendirikan shalat malam sampai kakinya membengkak (sangking lamanya beliau berdiri), ia pun bertanya, duhai Rasulullah Saw, kenapa anda melakukannya, padahal Allah telah mengampuni dosamu baik yang telah lalu maupun yang akan terjadi. Rasulullah saw pun menjawab, tidak boleh aku melakukannya karena rasa cintaku untuk menjadi hamba yang banyak bersyukur?!.
Demikianlah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim, yang ditulis oleh Imam Nawawi dalam kitabnya Riyâdl al-Shâlihîn dalam bab Mujâhadah. Bayangkan, Rasulullah Saw yang sudah dijamin Allah masuk syurga, bahkan beliaulah yang akan memasukinya pertama kali, diampuni segala dosanya, dan yang akan memberi syafaat di akhirat kelak, masih senantiasa bermujahadah dalam mentaati Allah swt sebagai bentuk cintanya kepadaNya. Lantas bagaimana dengan diri kita, yang tidak tahu kemana setelah di dunia, ke syurga atau ke neraka karena tidak ada jaminan khusus dari Allah dan RasulNya; yang senantiasa berlumuran dosa di waktu pagi dan petang, tetapi kurang dalam bermujahadah dalam mentaati allah swt. Selayaknya kita mencontoh Rasulullah saw dalam bermujahadah dalam mentaati allah swt. tetapi, lagi-lagi kita kalah dengan nafsu kita, kalah dengan dunia; yang Allah jadikannnya indah, manis, mempesona yang mampu merontokkan semangat kita dalam bermujahadah.
Sungguh benar, ketika Rasulullah saw bersabda dalam hadisnya yang diriwayatkan Imam Bukhari dan Imam Muslim,
حجبت النار بالشهوات وحجبت الجنة بالمكاره
Neraka dihiasi dengan hal-hal yang menyenangkan sedan syurga dihiasi dengan hal yang tidak disukai”.
Bertambah zaman jauh dari zaman Rasulullah Saw, bertambah pula kesenangan-kesenangan dunia yang menghijabi diri kita untuk ingat kepada Allah swt. sebaliknya semakin berat langkah kita  untuk mentaati Allah Swt. Betapa banyak waktu dihabiskan untuk materi, tetapi betapa sedikit waktu untuk bermujahadah kepada Allah Swt. karena itu  menanam cinta mujahadah dalam diri adalah suatu yang mutlak untuk dilakukan, sehingga Allah berkenan dengan rahmatNya memudahkan kita untuk menggapai syurga-Nya.
والذين جاهدوا فينا لنهدينهم سبلنا وإن الله لمع المحسنين
“Dan orang-orang yang bersungguh-sungguh dalam mentaati Kami, maka kami akan tunjukkan kepada mereka jalan-jalan kami. Dan sungguh, Allah beserta (menolong) orang-orang yang berbuat baik.” (QS. Al-Ankabut: 69)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Powered By Blogger